UBUD, balitourismnow.com – Ini yang unik! Wisatawan mendapatkan pengalaman paling menarik ketika terlibat dalam acara The Garden Journey di Bambu Indah, Ubud, Sabtu 28 Maret 2026. Mereka diajak menyaksikan dan mengenal kebun organik yang dikelola Bambu Indah.
Para tamu melakukan perjalanan yang sarat dengan edukasi terkait dengan sistem budidaya yang mengandalkan bahan alami, tanpa pestisida atau pupuk kimia sintetis. Hal itu membuat kesuburan tanah tetap terjaga, termasuk menjaga kesehatan ekosistem dan keamanan produk.
Itulah sebuah Imersi Earth Hour yang memadukan keindahan alam, keahlian permakultur, seni kuliner oleh chef plant-based berbintang Michelin serta pertunjukan legendaris di Bambu Indah Resort, Sabtu 28 Maret 2026.
Bambu Indah didirikan oleh John dan Cynthia Hardy, sebuah tempat peristirahatan yang mencerminkan dedikasi seumur hidup mereka terhadap desain berkelanjutan, keahlian kriya, dan pelestarian budaya.
[irp]
Dalam rangka memperingati Earth Hour 2026 itu, Bambu Indah secara konsisten diakui sebagai salah satu resor terbaik di Ubud, mengundang kalangan tamu terpilih untuk menikmati sebuah malam dengan keanggunan yang bersahaja, di mana alam, gastronomi, dan budaya berpadu dalam sebuah perjalanan kemewahan yang bersifat pengalaman.
“Ini dulu kebun kakek yang kemudian menjadi Bambu Indah. Setiap orang yang datang akan mengerti sedikit tentang Bali,” kata John Hardy.
Pengalaman itu dimulai dari sambutan hangat berupa kombucha fermentasi rumahan yang disajikan saat kedatangan, menandai awal dari perjalanan yang dikurasi dengan saksama.
Para tamu kemudian diundang mengikuti sesi diskusi permakultur oleh Justin Robertshaw, seorang konsultan desain permakultur dan pendidik ternama dunia.
[irp]
Dengan pengalaman puluhan tahun dalam membentuk lanskap berkelanjutan di berbagai penjuru dunia, Robertshaw membagikan wawasan mengenai praktik budidaya harmonis serta filosofi di balik pertanian organik Bambu Indah, sebagai fondasi eksplorasi imersif malam tersebut.

Usai sesi tersebut, para tamu diajak berjalan menyusuri kebun organik Bambu Indah, menyaksikan langsung penerapan prinsip permakultur sambil menikmati hidangan pembuka terinspirasi dari kebun: daun renyah, sayuran serai panggang, serta lobak yang disajikan dalam wadah terakota, setiap sajian merefleksikan keterikatan intim antara tanah dan sumber pangan.
Perjalanan berlanjut dengan pertunjukan musik akustik langsung dari Tritala, yang mengiringi jamuan makan sepuluh hidangan karya Chef Alejandro Cancino, seorang chef plant-based berbintang Michelin yang telah meraih berbagai penghargaan.
Setelah eksplorasi kebun, kreasi Chef Cancino disajikan dalam rangkaian hidangan elegan, mulai dari kaldu berinfus herbal, sayuran musiman, hingga interpretasi plant-based dari hidangan klasik, yang berpuncak pada hidangan penutup lembut terinspirasi buah tropis dan hasil kebun.
[irp]
Setiap hidangan merupakan perayaan asal-usul bahan, musim, dan seni kuliner, yang mengalir harmonis dari tanah ke meja di Tembaga, Bambu Indah. Tamu yang hadir tampak gembira menikmati setiap hidangan yang kaya cerita itu.
Setelah santap malam, para tamu diajak menyalakan lilin di seluruh area kebun sebagai bentuk penghormatan terhadap bumi dan semangat Earth Hour.
Saat cahaya perlahan diredupkan, suasana berubah menjadi ruang kontemplatif, dan pertunjukan wayang Bali di Tembaga pun muncul dari kegelapan, memadukan narasi, budaya, dan ritual dalam sebuah penutup yang imersif.
Bambu Indah tidak sekadar menghadirkan acara, melainkan merangkai momen: terkurasi dengan niat, langka, dan tak terulang. The Garden Journey adalah undangan untuk menghormati bumi, meresapi budaya, dan menikmati seni hidup yang dijalani dengan kesadaran penuh.
[irp]
Dinamai oleh TIME Magazine sebagai salah satu tempat terbaik di dunia dan menempati peringkat ketiga di TripAdvisor dalam kategori pengalaman unik global, Bambu Indah menghadirkan pengalaman autentik yang tiada banding dengan sentuhan kemewahan berkelanjutan.
Laboratorium Hidup & Hotel Artisanal Hardy di Bali
Bambu Indah merupakan resort yang tersembunyi di lembah Sayan, Ubud. Lokasinya ada di tebing hutan dengan pemandangan sawah. Rumah-rumah ini awalnya digunakan sebagai ruang berkumpul bagi teman sebelum dibuka untuk para wisatawan dari seluruh dunia.
Berada di Bambu Indah, sebagai sebuah tempat di mana waktu terasa melambat, dan alam menjadi pusat pengalaman. Bambu Indah berdiri pada tahun 2005 yang bermula dari sebelas rumah pengantin antik Jawa yang dikumpulkan selama perjalanan mereka.
Seiring waktu, Bambu Indah berkembang dengan hati-hati, membentang hingga sungai dengan struktur bambu menakjubkan yang seolah tumbuh alami dari lanskap. Setiap bangunan memiliki kisahnya sendiri dan menampilkan visi unik Hardy dalam desain, menggabungkan tradisi dan kerajinan dengan penghormatan mendalam terhadap lingkungan sekitar.
[irp]
Saat ini, Bambu Indah lebih dari sekadar tempat menginap—resor ini adalah laboratorium hidup di mana setiap sudut mengundang refleksi, setiap hidangan menyehatkan tubuh dan jiwa, dan setiap pengalaman mengajak tamu menapaki visi baru tentang kehidupan regeneratif.
Bambu Indah menawarkan perpaduan pesona antik dan arsitektur bambu yang penuh perhitungan. Menghadap sawah hijau, resor dikelilingi oleh pohon asam, kayu manis, palem, dan bayan, mengalir hingga sungai dengan kolam mata air alami.
Di seberang sungai terdapat sauna kayu, hot tub tembaga untuk 8 orang, dan dua kolam rendam dingin khusus yang diukir di batu dengan kristal quartz. Setiap sudut lanskap ini mengundang tamu untuk berhenti, bernapas, dan terhubung dengan alam. [buda]


