THE MANDALIKA, balitourismnow.com – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyalurkan bantuan pencegahan stunting kepada masyarakat Desa Rembitan, Lombok Tengah, Rabu 1 April 2026.
Bantuan ini bagian dari pemanfaatan dana hasil lelang amal pada gelaran MotoGP 2025. Program keberlanjutan dengan pemberian makanan tambahan (PMT) padat gizi secara rutin kepada balita underweight dan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronik.
“Ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan ITDC dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di desa penyangga kawasan KEK Mandalika,” kata Vice President Destination Management ITDC, Nurhadi Nugraha, Jumat 17 April 2026.
Nurhadi Nugraha mengatakan, dana bantuan berasal dari lelang barang-barang bertanda tangan pembalap MotoGP yang diselenggarakan dalam rangkaian event MotoGP 2025, dengan total nilai mencapai Rp 72.523.800.
Dari jumlah tersebut, dana dibagi antara ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), masing-masing sebesar Rp 36.261.900, untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat sebagai penerima manfaat.
“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan status gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” harapnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini turut melibatkan kader kesehatan desa serta tenaga gizi dari Puskesmas Desa Kuta yang melakukan pemantauan dan pengukuran secara berkala setiap minggu.
“Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan efektivitas intervensi serta perkembangan kondisi kesehatan para penerima manfaat,” ujar Nurhadi Nugraha.
Melalui ITDC, dana itu disalurkan secara langsung dalam bentuk program Bantuan PMT padat gizi kepada 10 balita dengan kondisi underweight dan 5 ibu hamil dengan status Kekurangan Energi Kronik di Desa Rembitan.
Program ini dirancang untuk diberikan secara berkelanjutan, yaitu selama 56 hari bagi balita dan 120 hari bagi ibu hamil, guna memastikan intervensi gizi yang optimal dan terukur.
Sementara itu, penyaluran dana melalui MGPA akan difokuskan untuk masyarakat yang membutuhkan di sekitar Mandalika International Circuit.
Berdasarkan hasil monitoring pada minggu pertama dan kedua bulan April 2026, program intervensi menunjukkan respons awal yang positif.
Pada kelompok ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronik, tercatat adanya peningkatan rata-rata berat badan dari 44,24 kg pada pengukuran awal menjadi 44,98 kg pada minggu pertama, dan kembali meningkat menjadi 45,26 kg pada minggu kedua.
Selanjutnya, pada kelompok balita dengan kondisi underweight, rata-rata berat badan juga mengalami peningkatan bertahap dari 7,72 kg pada kondisi awal menjadi 7,95 kg pada minggu pertama, dan 8,1 kg pada minggu kedua, dengan tinggi badan relatif stabil.
Meskipun masih dalam tahap awal, capaian ini menunjukkan indikasi perbaikan status gizi secara bertahap, sebagai respons intervensi PMT yang dilakukan secara konsisten dan terukur.
“ITDC berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang tidak hanya mendukung pengembangan kawasan pariwisata, tapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perubahan positif dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta lingkungan di sekitar kawasan,” ujarnya. [rls]


