Art & Culture

Pemkab Gianyar Apresiasi Seniman dan Pelaku Budaya

GIANYAR, balitourismnow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar menggelar resepsi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Gianyar, pada Minggu 19 April 2026. Acara yang berlangsung di Balai Budaya Gianyar itu berlangsung meriah.

Acara sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Gianyar ini, Pemkab Gianyar menyerahkan penghargaan kepada seniman. Acara diisi dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Kota Gianyar.

Seniman yang penerima Penghargaan Parama Satya Budaya adalah Tjokorda Gde Agung Suyasa (Alm), I Made Djimat, dan Anak Agung Gde Rai. Pada Penghargaan Citra Kara Nugraha, juga diberikan kepada Anak Agung Gde Rai.

Lalu, seniman yang menerima Penghargaan Wija Kusuma diberikan kepada Ni Nyoman Kasih, I Made Selamet, Made Kawi (Alm), I Nyoman Sunarta, S.Sn, I Ketut Senter, Ni Nyoman Muni, Dr. I Wayan Suharta, S.Skar., M.Si, Pande Nyoman Gede Mudita, S.Ag.M.Pd.H,

BACA JUGA:  Lomba Gending Rare Peserta SD di Bulan Bahasa Bali 2026

I Wayan Asin Sudira, S.H, I Dewa Nyoman Sura (Alm), I Made Sutama, I Made Suteja, A.A. Rai Wija Suadnyana, S.Ag, I Made Widnyana, S.Sn, A.A. Dalem Mayun Sukawati, I Nyoman Suwida, Pasek Dek Agus Sudianta, S.Ag. M.Pd.H,

I Kadek Budi Setiawan, S.Sn, Ida Ayu Made Diastini, S.ST.,M.Si, Ni Wayan Sukerti, I Dewa Nyoman Putra Arinatha, S.Sn, I Nyoman Selamet, Made Gunadnya, S.Sn, I Gusti Ketut Wartawa, Raden Ayu Sukmawati,

“Ini bentuk apresiasi kepada seluruh seniman dan pelaku budaya yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian perayaan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa.

Pemberian penghargaan seni, sebagai bentuk apresiasi kepada insan seni yang telah berkontribusi dalam pelestarian dan pengembangan budaya. Momentum ini menegaskan peran penting seniman dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan kekayaan budaya Gianyar.

BACA JUGA:  From Angklung to Pacific Spirit, NIFF 2025 Presents a Mosaic of World Folklore in Bali

Suasana semakin semarak saat penampilan perdana Tari Maskot Kabupaten Gianyar “Padma Natya” dipersembahkan kepada publik. Tarian tersebut mengangkat filosofi bunga padma (teratai merah) yang melambangkan kesucian, keberanian, dan keseimbangan hidup.

Delapan kelopak bunga menggambarkan arah mata angin sebagai simbol harmoni semesta, sementara inti bunga merepresentasikan pusat spiritual yang menjaga keseimbangan dan kedamaian.

Filosofi itu selaras dengan posisi Kabupaten Gianyar sebagai pusat seni dan budaya di Bali. Tari Padma Natya merupakan karya konseptor dan koreografer Prof. Dr. I Wayan Dibia, dengan iringan musik oleh I Wayan Darya, serta penataan busana oleh Dr. Tjokorda Alit Artawan.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan logo “Padmakara” sebagai identitas visual baru, serta diperdengarkan lagu maskot berjudul “Padma Nandi” yang menggambarkan semangat dan karakter budaya Gianyar.

BACA JUGA:  Pandawa Festival XIV: Menjaga Keberlanjutan Pariwisata Bali Berbasis Budaya

“Kreativitas dan dedikasi para insan seni menjadi kekuatan utama dalam menjaga eksistensi sekaligus mendorong kemajuan seni budaya Gianyar ke depan,” ujar Kadis Kebudayaan, I Wayan Adi Parbawa.

Salah satu penerima penghargaan seni karawitan, I Nyoman Sunarta, berharap generasi muda mampu menjadi garda terdepan dalam melanjutkan dan mengembangkan seni tradisi, sehingga warisan budaya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. [rls]

Shares: