News

Turis “Ngibing” Joged Bumbung di DTW Tanah Lot

TABANAN, balitourismnow.com – Tak salah jika Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot menyandang sebagai daya tarik wisata budaya. Kawasan wisata ini kaya dengan aktivitas spiritual warga yang menghaturkan banten (sesajen) di pura menjadi atraksi wisata budaya.

Pengelola DTW konsisten menggelar festival yang menyajikan beragam budaya, mulai dari pertunjukan seni, kuliner, kerajinan dan produk seni lainnya. Pada hari-hari tertentu, pertunjukan seni juga diuguhkan kepada para tamu yang menikmati panorama objek.

Sebut saja pada suasana hari raya Idulfitri. Manajemen DTW Tanah Lot menghadirkan pertunjukan seni tradisional berupa Joged Bumbung yang digelar menjelang matahari terbenam. Meski tampat sederhana, baik itu gerak dan gamelannya, tetapi tarian ini sungguh.

“Kami sengaja menyajikan pertunjukan seni untuk memeriahkan suasana libur hari raya, termasuk untuk meningkatkan daya tarik ke objek wisata,” ujar Manajer DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana.

Pertunjukan seni ini menjadi salah satu atraksi favorit pengunjung karena menghadirkan hiburan yang interaktif yang memberikan kesempatan para pengunjung untuk ikut menari bersama. Ini menjadi nilai lebih, setelah menikmati pesona pura di atas batu karang dan keindahan sunset.

“Kami berupaya menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memberikan sentuhan budaya yang khas. Joged Bumbung salah satu bentuk hiburan yang mampu menciptakan interaksi positif antara wisatawan dan seni tradisional,” tambahnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, DTW Tanah Lot terus berkomitmen untuk memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengunjung, baik domestik maupun mancanegara.

Sudiana mengatakan, di tengah berbagai tantangan global DTW Tanah Lot mencatat peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan selama periode libur Hari Raya Idul Fitri lalu. Kunjungan itu disominasi wisatawan domestic.

“Lonjakan ini terlihat dari jumlah kunjungan harian yang menembus angka lebih dari 4.000 wisatawan, meningkat tajam dibandingkan rata-rata kunjungan normal yang berkisar di angka 1.500 orang per hari,” sebutnya.

Menurut Sudiana, peningkatan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata, khususnya dalam momentum libur panjang keagamaan yang dimanfaatkan oleh wisatawan untuk berlibur bersama keluarga.

Lalu, di tengah dinamika global yang berkembang, termasuk memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, pihak manajemen DTW Tanah Lot juga mencermati adanya dampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara.

Karena itu, penurunan jumlah wisatawan dari kawasan Timur Tengah sangat terlihat. Faktor keamanan, ketidakpastian perjalanan, serta kondisi geopolitik menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan internasional dalam menentukan rencana perjalanan.

“Memang terdapat sedikit penurunan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah, penurunan ini tidak terlalu mempengaruhi karena wisatwan dari India dan China masih mendominasi.

Sedangkan kunjungan dari wisatawan timur tengah menyumbang persentase yang tidak terlalu signifikan di DTW Tanah Lot. Namun demikian, kondisi ini masih dapat diantisipasi dengan kuatnya pergerakan wisatawan domestik,” ujar Sudiana.

Lebih lanjut dijelaskan, tingginya kunjungan wisatawan domestik menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas kunjungan selama periode libur Idul Fitri. Wisatawan lokal mendominasi dengan kontribusi terbesar berasal dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. [jay]

Shares: