DENPASAR, balitourismnow.com – Jangan kira manusia dan lingkungan tidak memiliki keterikatan yang tak bisa dipisahkan. Lingkungan sebagai penyedia utama seluruh kebutuhan hidup manusia, maka menjaga lingkungan menjadi kewajiban, bukan pilihan.
Itulah yang sudah menjadi komitmen The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection terhadap pelestarian lingkungan salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan pelepasan tukik bertepatan dengan World Turtle Day, Sabtu 23 Mei 2026.
“World Turtle Day ini merupakan pengingat, bahwa aksi kecil dapat memberikan dampak besar. Aksi lingkungan kali kedua ini bekerja sama dengan Turtle Conservation and Education,” kata Caitie Younghwa Lee, Vice President of Operations & Customer Relations The Sanur.
Menjaga lingkungan dilakukan demi keberlangsungan hidup generasi saat ini dan masa depan. Pada tahun ini, tukik yang dilepaskan merupakan tukik lekang (Olive Ridley turtle), salah satu spesies penyu yang umum ditemukan di perairan Indonesia.
Melepas tukik ini merupajan inisiatif tahunan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian keanekaragaman laut serta upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan spesies yang terancam punah, termasuk penyu.
“Bersama The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, kami bangga dapat mendukung upaya konservasi penyu di Bali melalui pengalaman yang menggabungkan edukasi, keterlibatan komunitas, dan pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.
Pelepasan binatang yang bisa hidup di darat dan laut itu, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Saat pelepasan itu, juga menjadi daya tark wisatawan, sehingga banyak tamu hotel yang terlibat dalam aksi social itu.
Perlindungan penyu sendiri telah menjadi isu global yang dibahas oleh negara-negara yang tergabung dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN), mendorong adanya kesepakatan internasional untuk melindungi habitat flora dan fauna yang terancam punah.
Sejalan dengan hal tersebut, Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) mengatur perdagangan internasional spesies agar tidak mengancam kelangsungan hidupnya.
Menurutnya, dalam klasifikasinya, CITES membagi spesies ke dalam beberapa kategori, mulai dari yang sangat terancam punah dan membutuhkan perlindungan ketat, hingga spesies yang perlu diawasi agar tidak masuk ke dalam kategori terancam.
Keberadaannya membantu menjaga kesehatan terumbu karang dan padang lamun, mendukung keseimbangan vegetasi pesisir, serta mengontrol populasi ubur-ubur. Pelestarian penyu menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan kehidupan di bumi.
“Penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Kami percaya bahwa wellness juga berarti menjaga lingkungan yang menopang kehidupan kita,” ujar Caitie Younghwa Lee,
Hal ini kemudian dipertegas oleh General Manager The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, Ed Brea. Pihaknya merasa bangga dapat melanjutkan inisiatif bermakna ini untuk kedua kalinya.
“Melalui kegiatan pelepasan tukik lekang, kami berharap dapat menginspirasi para tamu dan masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga kelestarian laut. Sebagai destinasi tepi pantai, menjaga kehidupan laut bukan hanya tanggung jawab kami, tetapi juga bagian dari warisan yang ingin kami lestarikan untuk generasi mendatang,” paparnya.
Melalui peringatan World Turtle Day ini, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection menegaskan komitmennya sebagai pelaku industri hospitality yang tidak hanya menghadirkan pengalaman berkelas, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Apalagi mendapat dukungan oleh kolaborasi bersama “The Sanur”, sehingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan, Turtle Conservation and Education Center, Tanamera Coffee, dan Alster Lake Clinic yang berkolaborasi dengan satu tujuan bersama, yaitu menjaga dan melindungi ekosistem laut agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Lalu, kehadiran Alster Lake Clinic dalam kolaborasi ini turut memperkuat pesan bahwa kesehatan manusia dan kesehatan lingkungan saling berkaitan erat, sehingga pelestarian alam menjadi bagian penting dari kesejahteraan secara menyeluruh.
“Inisiatif ini diharapkan dapat terus menginspirasi kesadaran bahwa setiap langkah kecil memiliki dampak besar bagi masa depan bumi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati Bali untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya. [buda]


