DENPASAR, balitourismnow.com – Sekarang ini perjalanan dunia berubah, kini lebih banyak mengarah kepada industry berbasis knowledge, dimana-mana AI (Artificial Intelligence). Maka itu, industry pariwisata harus melakukan kombinasi dengan akademisi.
Hal itu disampaikan Ketua DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, R.A. Bagus Ngurah Putra pada acara Hospitality Leaders Gathering perdana bagi kepengurusan periode 2026/ 2029 di Grand Palace Hotel Sanur, Jumat 22 Mei 2026.
Acara bertajuk “Beyond Management: Building Visionary Hospitality Leadership” ini dihadiri oleh para General Manager hotel, strategic business partner, akademisi, serta stakeholder pariwisata Bali itu diisi dengan prosesi inaugurasi kepengurusan baru DPD dan DPC IHGMA Bali.
Agenda utama kegiatan juga mencakup pemaparan program kerja IHGMA periode 2026–2029, penandatanganan kerja sama strategis bersama Strategic Business Partner (SBP) dan Strategic Academic Partner (SAP).
Selanjutnya, sesi sharing session bersama Booking.com mengenai Overview Q1 Hospitality & Market Insight sebagai referensi strategis membaca tren pasar dan bisnis hospitality terkini. Ketua DPD IHGMA Bali menyerahkan penghargaan bagi media partner, dan diakhiri dengan Dinner Buffet & Lucky Draw serta dihibur Live Music.

“Memasuki satu dekade perjalanan organisasi, IHGMA DPD Bali menghadirkan Leaders Gathering 2026 sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi antar pelaku industri sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru periode 2026–2029,” terangnya.
Bagus Ngurah Putra menjelaskan, sebagai General Manager (GM) yang mempunyai policy (kebijakan) mesti didasari dengan riset. Orang yang ahli dan biasa melakukan riset itu adalah akademisi, maka IHGMA mengajak akademisi bergabung untuk melakukan riset.
“Ilmu akademisi yang telah melakukan risert itu, kita gunakan untuk melangkapi pengalaman di dunia industri dalam pratek yang nyata di lapangan, sehingga yang keluar adalah strategi-strategi yang benar-benar ada keilmuan yang dijalankan,” terangnya serius.
Disamping itu, kata Bagus Ngurah Putra menjalin partner dengan pers ini penting. Pers yang menyebarluaskan segala kerja dan kineja IHGMA itu. Ibaratnya, striker IHGMA itu ada di rekan pers, sehingga pemberitaannya bisa seimbang.
Sebab, segala bahan yang disampaikan sebagai berita merupakan hasil dari kajian, gabungan pentahelix (model kolaborasi) dari motor akedemik yang lebih bagus. Intinya, ada pesan dikeluarkan yang bukan dari pendapat pribadi, melainkan berdasarkan hasil risert.
Terkait dengan kegiatan ini, Bagus Ngurah Putra menyampaikan, acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar General Manager hotel dan pelaku industri hospitality, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun semangat baru dalam menghadapi dinamika industri pariwisata Bali yang semakin kompetitif dan berbasis data.
“Hospitality Leaders Gathering 2026 menjadi simbol awal kolaborasi dan energi baru IHGMA Bali dalam menghadirkan organisasi yang semakin progresif, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan industri hospitality ke depan,” ujarnya.
Wakil Presiden Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IHGMA, Yoga Iswara saat menyampaikan pesan dan kesan menyebutkan, saat ini IHGMA memiliki 3 generasi. Pertama generasi pencetus yang terjadi tahun 2016. Kedua generasi perintis, dan ketika generasi pendobrak.
Untuk menjadi kepengurusan jangan sampai memikirkan hitung-hitungan atau mendapat sesutu. Karena dapatnya itu ada di tempat kerja. “Di sini kita berkumul untuk menciptakan manfaat bagi bagi orang, kareana semesta yang akan memannteska kerja kita,” ucapnya.
Acara ini mengusung tema “Beyond Management: Building Visionary Hospitality Leadership”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi, soliditas, dan kompetensi para pemimpin industri hospitality di Bali.
Sebagai asosiasi profesional para General Manager hotel di Indonesia, IHGMA terus berkomitmen mendukung kemajuan sektor pariwisata nasional melalui penguatan sumber daya manusia, profesionalitas, networking, serta integritas industri hospitality.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring profesional antar pelaku industri hospitality, meningkatkan kompetensi leadership berbasis data, serta menciptakan kolaborasi yang berdampak positif terhadap pertumbuhan industri perhotelan dan pariwisata Bali secara berkelanjutan. [buda]


