Life style

Olahraga Tradisional Meriahkan Jantra Tradisi Bali dalam PKB XLVIII

DENPASAR, balitourismnow.com – Jantra Tradisi Bali yang digelar sebagai rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII menampilkan lomba olahraga tradisional di Lapangan Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB), Denpasar, Kamis 2 Juli 2026.

Ada tiga olahraga tradisional yang dilombakan, yaitu Matajog Putra, Terompah Putri, dan Magala-gala (Hadang) Putra. Lomba ini diikuti ratusan pelajar SMP dari berbagai kabupaten/kota di Bali. Mereka tampak antusias mengikuti lomba penuh kebersamaan itu.

“Jantra Tradisi Bali ini rutin diselenggarakan setiap penyelenggaraan PKB sebagai salah satu upaya menjaga keberlangsungan olahraga tradisional Bali,” kata Kepala Bidang Tradisi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Putu Sutaryana.

Ketika lomba Matajog dimulai, sorak-sorai penonton menyemangati temannya agar mampu sebagai pemenang. Lapangan hijau itu pun, tiba-tiba menjadi penuh warna, penuh aksi, dan semangat berjuang anak-anak muda menjaga warisan budaya dan kebersamaan.

Pagi itu, sinar matahari memang tak terlalu panas, namun perjuangan untuk menjadi yang terbaik seakan membakar semangat mereka. Dalam lomba itu, mereka sangat menjaga tingkat konsentrasi agar menjadi yang terbaik.

Pandangan mereka focus ke depan sambil menjaga keseimbangan tubuh di atas pijakan egrang, serta mengatur ritme langkah agar kaki bambu tidak berbenturan atau tersandung. Walau mereka kelihatan tenang, tetapi tak sedikit yang menunjukkan ekspresi tegang.

Saat salah satu peserta kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah, sorak penonton kembali riuh. Namun, teriakan dukungan, tepuk tangan, hingga candaan penonton kemudian membuat mereka kembali bangkit untuk mengejar garis finish.

Tak kalah serunya dengan lomba Terompah Putri. Ketika materi lomba berganti, peserta lomba menyuguhkan adu kekompakan dan kekuatan kerjasama. Lomba itu menggunakan sandal kayu panjang yang melangkah secara bersama-sama.

Semangat kebersamaan, ritme serta jangkauan langkahnya sebagi bukti mereka telah melakukan persiapan secara matang. Walau demikian, ada pula tim yang sandalnya terlepas saking tegangnya.

Sementara pada nomor Megala-gala atau Hadang Putra pertandingannya berlangsung sengit. Strategi dan kerja sama tim yang kuat, tentu saja menjadi penentu kemenangan. Masing-masing tim selalu kompak mengatur strategi untuk mengepung lawan.

Sementara pemain penyerang dipaksa lebih lincah, melakukan tipuan tubuh untuk bisa lolos. Bahkan, melancarkan taktik dan ketangkasan berpikir cepat. Mereka saling mengejar, hingga akhirnya penyerang berhasil mengelabui penjaga garis.

“Peserta lomba ini berasal dari murid SMP kabupaten dan kota di Bali yang sebelumnya telah melalui tahap seleksi. Seluruh daerah diundang mengikuti audisi, namun tidak semua mengirimkan wakilnya pada setiap nomor lomba ini,” ucap Sutaryana.

Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan seni, tetapi juga dengan menghidupkan kembali permainan dan olahraga tradisional yang mulai ditinggalkan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Karena tahun ini kita mengambil tema Atma Kerthi, pemurnian jiwa kita. Harapannya bagaimana kita melestarikan budaya kita lewat permainan ini. Makanya melalui lomba Jantra Tradisi Bali ini kita mengajak masyarakat menjaga budaya yang kita miliki,” paparnya serius.

Sutaryana menambahkan, sebagai penutup lomba, pada Jumat 3 Juli 2026 akan menghadirkan lomba Deduplak Putra dan Hadang Putri. Cabang seperti Matajog dan Deduplak ini dipilih karena tidak terlepas dari semangat Atma Kerthi, sesuai tema PKB ke-48 ini.

“Kedua permainan tradisional tersebut kini mulai dilupakan, sehingga perlu diperkenalkan kembali kepada generasi muda sebagai bagian dari warisan budaya Bali,” ucapnya.

Dalam lomba Matajog Putra, Kabupaten Badung berhasil sebagai Juara I. Selanjutnya, juara II dan III masing-masing dimenangkan oleh Kota Denpasar dan Kabupaten Tabanan.

Sementara untuk lomba Terompah Putri berhasil sebagai Juara I adalah Kabupaten Badung, disusul Kota Denpasar sebagai Juara II dan Kabupaten Buleleng Juara III. [buda]

Shares: