GIANYAR, balitourismnbow.com – Mau liburan sekolah lebih bermakna? Datang saja ke Marine Safari Bali. Destinasi yang terletak di Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Desa Serongga, Kabupaten Gianyar itu menawarkan hiburan dan nilai-nilai edukasi.
Dengan berbagai keunggulan, Marine Safari Bali mengajak keluarga untuk menikmati pengalaman liburan sekolah yang memadukan eksplorasi, konservasi, dan interaksi langsung dengan satwa laut.
“Liburan sekolah merupakan momen yang berharga bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama sekaligus memperkenalkan anak-anak pada pengalaman belajar di luar
ruang kelas,” ujar General Manager Marine Safari Bali.
Saat ini, adalah musim liburan sekolah di Indonesia dan di berbagai negara. Hal itu ditunjukan, semakin banyaknya keluarga yang mencari destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga nilai edukasi.
“Menjawab kebutuhan tersebut, Marine Safari Bali mengajak keluarga untuk menikmati pengalaman liburan sekolah yang memadukan eksplorasi, konservasi, dan interaksi langsung dengan satwa laut,” ajaknya.
Berlokasi di dalam kawasan Taman Safari Bali, Gianyar, Marine Safari Bali merupakan taman laut terbesar di Indonesia, menjadi rumah bagi lebih dari 10.000 satwa laut dan darat dari sekitar 300 spesies yang tersebar di enam zona ekosistem imersif.
Kehadiran Marine Safari Bali yang merepresentasikan habitat alami mulai dari hutan hujan tropis, sungai, muara, pesisir, hingga lautan lepas.
Program liburan sekolah mengajak pengunjung untuk tidak hanya melihat satwa secara pasif: keluarga dapat memberi makan pari secara langsung di Ray Bay, mengikuti Gills and Thrills Shark Encounter, berinteraksi dengan hiu bambu dan bintang laut di kolam sentuh Estuary Zone.
Di samping itu, para tamu dapat mengikuti sesi keeper talk harian yang menghadirkan hiu, penguin, singa laut, dan piranha — seluruhnya dipandu oleh tim edukasi dan perawat satwa Marine Safari Bali.
Di balik pengalaman rekreasinya, Marine Safari Bali juga berperan sebagai institusi konservasi yang aktif, dilengkapi klinik veteriner, laboratorium patologi klinis, serta program penangkaran khusus untuk spesies terancam.
Dalam hal ini melibatkan tim spesialis kelautan yang berkolaborasi dengan Conservation Planning Specialist Group (CPSG) serta Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI).
Behind-the-Scenes Education Centre Tour turut memberikan akses ke area perawatan kesehatan satwa, persiapan nutrisi, hingga pengelolaan konservasi, memperkuat pemahaman masyarakat mengenai peran lembaga konservasi modern.
“Di Marine Safari Bali, kami percaya bahwa proses belajar akan lebih bermakna ketika dialami secara langsung. Dengan menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk berinteraksi lebih dekat dengan satwa laut serta tim yang merawatnya,” imbuh Laetitia Delvart.
Pengalaman berkunjung semakin lengkap dengan pertunjukan edukatif Pachamaya, yang mengangkat kekayaan biodiversitas hutan hujan tropis, serta Samudraya, pertunjukan mengenai perilaku lumba-lumba hidung botol dan pentingnya konservasi laut.
Apalagi, ditambah Varuna, destinasi underwater theatrical dining pertama di Indonesia, dengan pilihan bersantap lain di Uma Restaurant, River Café, dan Ara Café.
Kesejahteraan satwa didukung oleh sistem filtrasi berbasis ozon yang menjaga kualitas air tanpa klorin, serta habitat multi-spesies yang dirancang untuk mendorong perilaku alami satwa.
“Kami berharap dapat menumbuhkan apresiasi yang lebih besar terhadap ekosistem laut Indonesia sekaligus menginspirasi generasi mendatang untuk berperan aktif dalam upaya konservasi laut,” harap Laetitia Delvart.
Laetitia Delvart kemudian menegaskan, Marine Safari Bali berlokasi sekitar 50 menit dari Bandara Ngurah Rai, beroperasi setiap hari pukul 09.00–17.00 WITA, dan sepanjang Juli 2026, pengunjung yang membeli Premium Package akan mendapatkan layanan shuttle gratis. [buda]


