Destinasi

Generasi Muda Lombok Wujudkan Pariwisata Berkelanjuran di Pantai Jingle

Pantai Jingle, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak kalah indahnya dengan pantai-pantai di Bali. panrai ini menawarkan pemandangan alam yang eksotik. Karenanya, pantai ini dijaga keasriannya untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

Karena itu, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD), Universitas Mataram menggelar Beach Clean Up dan Transplantasi Karang di Pantai Jengle, Sabtu, 1 Pebruari 2025.

“Kegiatan ini menjadi wujud aksi nyata generasi muda dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir serta mendukung pengelolaan pariwisata berkelanjutan,” kata PGS. General Manager The Mandalika, Wahyu M. Nugroho.

Sebagai pengembang dan pengelola kawasan The Mandalika, ITDC sangat mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menjaga ekosistem pantai dan laut di The Mandalika. Inisiatif mereka berdampak positif bagi lingkungan.

[irp]

Bahkan, akan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar bahwa keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama. Kegiatan Beach Clean Up ini juga melibatkan anak-anak SD Negeri 2 Kuta, Lombok Tengah, Basarnas, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Termasuk wisatawan dalam membersihkan sampah di sepanjang pantai. Mereka memunguti utamanya sampah plastik dan limbah yang berpotensi mencemari laut. Sampah plastik juga dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia.

Sementara itu, transplantasi karang bertujuan untuk membantu pemulihan ekosistem bawah laut yang terdampak oleh aktivitas manusia dan perubahan lingkungan. “Hal ini sangat penting dilakukan untuk menjaga alam kita,” ucap Wahyu.

Kegiatan ini, lebih dari sekedar aksi bersih-bersih dan konservasi. Ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat setempat dan wisatawan tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata.

[irp]

“Kolaborasi seperti ini kami harapkan dapat terus berkembang agar menjadikan The Mandalika sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga lestari dan berkelanjutan,” tutup Wahyu.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PMD Desa Kuta, Atas Pracoyo, ST., MT., Ph.d., menyampaikan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas aksi sosial, tetapi juga sebagai bagian dari edukasi lingkungan bagi masyarakat setempat.

“Mahasiswa KKN ingin memastikan bahwa pariwisata yang berkembang di The Mandalika tetap memperhatikan aspek lingkungan. Karenanya, melalui kegiatan ini, mahasiswa beserta siswa SDN 2 Kuta belajar langsung bagaimana mengelola sampah di kawasan pantai,” jelasnya.

Termasuk belajar vara berkontribusi dalam pemulihan ekosistem laut melalui transplantasi karang. “Hal ini sejalan dengan tema KKN PMD Universitas Mataram, yaitu ‘Desa Wisata dan Zero Waste’,” ujar Pracoyo. [BTN/ana]

Shares: