Life style

Squeeze Sundown “Local Vocal” di Cretya Sunset: Merayakan dan Mempromosikan Potensi Local

GIANYAR, balitourismnow.com – Acara bertajuk “Local Vocal” ini sangat menarik. Tamu yang hadir ada yang sudah saling kenal, sebagian menjadikan ajang ini untuk saling kenal. Akrab, dan asyik menikmati minuman dengan alunan musik DJ berlatar pemandangan sawah itu.

Ituah suasana Squeeze Sundown Volume 4 yang digelar Squeeze Sundown, perusahaan dibidang makanan dan minuman (F&B) di Cretya Sunset, Ubud, pada 10 April 2025. Acara ini menawarkan pengalaman hiburan yang kaya akan nuansa lokal.

Squeeze Sundown Volume 4, tak hanya menjadi ajang bertemunya para partner Squeeze Sundown, tetapi menjadi ajang untuk mempromosikan budaya local. Sebab, di sebelah kiri panggung, seorang perupa wanita memamerkan keahliannya dalam menggores di atas kances.

Ekspresi seni itu dituangkan secara spontasnitas dengan bentuk dan warna yang tidak direncanakan sebelumnya. Lalu, di panggung sebelah kanan terdapat souvenir dengan lukisan gaya kamasan. Ada pula beberapa kerajinan seni yang dipajang untuk disaksikan oleh para tamu.

BACA JUGA:  Bali Dog Show 2025: Diikuti 118 Peserta Bali dan Luar Daerah, Digelar di Dermaga Kedisan Kintamani Bali

Sementara di tengah-tengah, seorang DJ yang dengan riang memainkan rekaman musik untuk penonton, sehingga suasana menjadi lebih hidup. Di tengah suasana itu, para tamu dapat kesempatan menikmati berbagai minuman yang telah disiapkan dengan penataan yang indah.

“Melalui Squeeze Sundown Volume 4, kami ingin mengingatkan diri sendiri dan masyarakat bahwa Bali adalah inspirasi besar dalam perjalanan 37 tahun karya Squeeze,” ungkap General Manager CV. Prima Indonesia, perusahaan di balik Squeeze, Yoppie Lesmana.

Indonesia, yang kerap dijuluki “Zamrud Khatulistiwa”, memang tak pernah kehabisan pesona. Itu sudah terbukti. Dengan lebih dari 5.776 pulau besar dan kecil yang membentang di garis khatulistiwa, kekayaan alamnya menjadi magnet bagi siapa saja.

Squeeze Sundown “Local Vocal” di Cretya Sunset/Foto: ana

Belum lagi keberagaman penduduknya yang terdiri dari ratusan suku bangsa, masing-masing membawa adat istiadat unik yang memperkaya khazanah budaya Nusantara.

BACA JUGA:  Ganesha Ek Sanskriti: Retoran India di Discovery Mall Kuta Perkenalkan Pengalaman Makan Mewah dengan Pemandangan Laut

Di antara sekian banyak destinasi, Bali selalu menempati posisi istimewa di hati dunia. Pulau ini bukan sekadar surga wisata, tetapi juga kanvas hidup yang memadukan seni, budaya, dan tradisi yang masih terjaga erat oleh masyarakatnya.

Dari tarian tradisional hingga upacara adat, Bali menawarkan pengalaman yang memikat. Tak ketinggalan, hasil alam seperti salak Bali yang eksotis menjadi oleh-oleh khas yang melegenda, menambah daya tarik pulau ini bagi wisatawan.

“Di tengah pesona tersebut, Squeeze Sundown kembali hadir untuk mengangkat kebanggaan lokal melalui gelaran bertajuk “Local Vocal” ini. Gelaran ini menjadi wujud nyata dari misi mereka untuk merayakan dan mempromosikan potensi local,” ucap Yoppie Lesmana.

Squeeze Sundown ini bukan sekadar perayaan, tetapi bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan keindahan Bali. “Kami ingin mengingatkan diri sendiri dan masyarakat bahwa Bali adalah inspirasi besar dalam perjalanan 37 tahun karya Squeeze,” ucapnya polos.

BACA JUGA:  ‘Two Islands Prosecco’: Produk PT Hatten Bali Tbk Terbaru, Segar dan Menyenangkan

Head of Brand & Marketing Squeeze CV. Prima Indonesia, Karmelita Paula mengatakan, kali ini Squeeze Sundown mengusung tema “Local Vocal” yang melibatkan talenta dan pelaku industri asli Bali. Mulai dari seniman, mixologist, hingga pengisi acara, semua berasal dari pulau ini.

“Kami sengaja mengubah format acara agar lebih autentik. Bagi kami, Bali bukan hanya sumber inspirasi, tetapi juga panggung untuk menunjukkan kekayaannya kepada dunia,” jelas Karmelita Paula ramah.

Acara “Local Vocal” ini menawarkan pengalaman hiburan yang kaya akan nuansa lokal. “Kami mengajak wisatawan dan warga sekitar untuk menikmati berbagai aktivasi menarik yang mencerminkan jiwa Bali, dari seni hingga kuliner,” jelasnya.

Karmelita Paula menegaskan, Squeeze Sundown “Local Vocal” bukan sekadar event, tetapi juga ajakan untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya serta alam yang membuat Pulau Dewata begitu istimewa.

BACA JUGA:  Coffee and Mixology Master Class: Cara PHRI Gianyar Meningkatkan Kualitas SDM Pariwisata

Melalui langkah ini, Squeeze membuktikan bahwa industri lokal bisa bersinar terang, sekaligus menjadi jembatan yang memperkenalkan Bali lebih luas lagi.

“Bagi pecinta budaya dan wisata, acara ini adalah kesempatan emas untuk merasakan denyut nadi pulau dewata dalam suasana yang penuh makna,” pungkas Karmelita Paula. [ana]

Shares: