MANGUPURA, balitourismnow.com – Sudah pernah ke Cliff at CANNA? Destinasi yang terletak di Nusa Dua, tepatnya di Jalan Raya Nusa Dua Selatan, Desa Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali itu menawarkan pengalaman bersantap yang mewah.
Lokasinya yang berada di tepi pantai Nusa Dua, Cliff at CANNA merupakan tempat makan dan minum yang menyajikan pemandangan laut yang menakjubkan. Alam dengan tanaman tropis, serta mengedepankan kearipan lokal, baik untuk melaksanakan prawedding.
Konsep yang ditawarkan terholong unik, yakni berakar pada hukum anatomi tumbuhan, menyajikan kreasi mahakarya dari mixologist pemenang penghargaan Agus Sastrawan dan Executive Chef Surya.
“Cliff at CANNA meluncurkan promosi tapas dan koktail terbaru bertajuk, Anatomy of the Archipelago. Promosi ini merupakan perjalanan transformatif yang merayakan sejarah dan semangat Indonesia,” kata Chef Surya bersama Agus Sastrawan, Jumat 29 Agustus 2025.
Promosi ini dirancang untuk memposisikan Cliff sebagai destinasi casual fine-dining yang dikenal karena inovasi kuliner dan minumannya. Ikatan antara mixologi dan kuliner, dengan setiap koktail dan pasangan tapas akan menceritakan kisah dan storytelling yang unik.
Chef Surya menegaskan, Anatomy of the Archipelago menerjemahkan siklus hidup, anatomi tumbuhan mulai dari Akar yang menjadi fondasi hingga buah dan/atau bunga yang tumbuh dengan keindahan.
Masing-masing dari lima signature koktail tersebut termasuk Revival yang earthy dengan infusi kunyit dan Fragrance yang elegan dan floral – dibuat dengan cermat menggunakan bahan-bahan lokal Indonesia, menekankan komitmen Cliff terhadap inovasi dan keberlanjutan.
“Koktail ini dipasangkan dengan pilihan tapas yang dikurasi oleh Chef Surya, yang menafsirkan kembali cita rasa tradisional dengan sentuhan modern,” imbuh Chef Surya.
Ikatan antara mixologi dan kuliner menceritakan kisah dan storytelling yang unik. Sebut saja, akar diwujudkan oleh koktail Revival, yang memanfaatkan warisan botani akar Indonesia seperti nanas lokal dan kunyit untuk melambangkan ketahanan dan tradisi.
Koktail ini dipasangkan dengan Beef Rendang Cone, rendang yang dimasak perlahan dan disajikan dalam cone kontemporer, menciptakan profil rasa tradisional yang earthy dan mendalam
Batang diwakili oleh koktail Native Wood, yang terinspirasi oleh karakter unik Mesoyi, kayu langka dari Papua. Koktail ini disajikan dalam wadah yang menyerupai batang kayu, melambangkan kekuatan dan koneksi dengan destinasi tersebut.
Daun adalah simbol perlindungan dan inovasi, dihidupkan oleh koktail Garden Harmony. Minuman ini merayakan taman-taman Indonesia menggunakan bahan-bahan segar musiman seperti kemangi dan moringa, dan dipasangkan dengan Beef Satay Rembiga, sate pedas yang berani dari Lombok, menciptakan keseimbangan yang dinamis antara rasa pedas dan segar.
Lalu, Bunga melambangkan keindahan dan semangat baru. Koktail Fragrance adalah interpretasi ulang dari Martini klasik, yang mekar dengan aroma halus bunga-bunga Indonesia seperti magnolia cempaka, kamboja, dan kenanga.
Koktail ini dipasangkan dengan Tongseng Kambing Tacos, taco modern dengan daging domba berbumbu yang lembut, menawarkan rasa yang berani namun seimbang dengan elegan.
Selanjutnya, buah mewakili puncak dari perjalanan – kehidupan, kegembiraan, dan kebersamaan. One Step Paloma adalah perayaan yang penuh semangat dari kelimpahan tropis Indonesia, menyoroti rasa manis alami dari buah-buas sitrus seperti jeruk bali dan jeruk Kintamani.
“Tapas kami dirancang untuk menjadi penyeimbang yang sempurna bagi koktail. Ini adalah kuliner unik dari perjalanan dari ‘akar ke buah.’ Setiap hidangan adalah penghargaan untuk warisan kaya Indonesia, menyeimbangkan tradisi dengan sentuhan inovasi,” ujar Chef Surya.
Sementara Agus Sastrawan menambahkan, dengan ‘Anatomy of the Archipelago,’ Cliff at CANNA menceritakan sebuah kisah melalui rasa. Apalagi didukung bahan-bahan dari petani lokal, sehingga mengasilkan kuliner yang otentik.
“Kami tidak hanya menciptakan minuman, tetapi paling penting menghormati warisan kami dan menerjemahkan semangat kehidupan tumbuhan Indonesia menjadi pengalaman yang bermakna bagi setiap tamu,” imbuhnya.
Anatomy of the Archipelago tersedia setiap hari dari pukul 15.00 hingga 18.00 WITA. “Para tamu diundang untuk merasakan kreasi ini di area indoor dan al fresco di Cliff, yang juga dibuka untuk makan siang dan makan malam,” ajak Agus Sastrawan. [buda]


