DENPASAR, balitourismnow.com – Di kalangan para chef, pasti banyak yang mengenal Chef I Gede Putu Hendra Mahena. Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Indonesian Chef Association (ICA) Bali ini sangat fokus memajukan asosiasi dan malakukan konsolidasi internal.
Sederet pengalaman yang dimiliki Chef I Gede Putu Hendra Mahena mampu menjadikan ICA Bali sebagai wadah besar untuk memajukan kuliner tradisional Bali, membangun kreativitas chef, dan bersinergi dengan pemerintah, melalui ajang festival.
“Kami ingin menjadikan ICA Bali sebagai organisasi chef yang berdaya saing tinggi, berkarakter, dan berkontribusi nyata terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Bali,” kata Chef I Gede Putu Hendra Mahena, Rabu 14 Januari 2026.
Pria energik yang penuh inovasi ini kemudian menjelaskan, jabatan ketua itu bukanlah sekadar posisi struktural. Kepemimpinan adalah bentuk pengabdian. Seorang pemimpin itu tidak hanya hadir sebagai ketua organisasi, tetapi juga sebagai penggerak, pembina dan inspirator.
[irp]
Pria ini dikenal konsisten mendorong kemajuan profesi chef sekaligus menjaga marwah kuliner Bali di tingkat nasional maupun internasional. Ia aktif turun langsung ke anggota, mendengarkan aspirasi, serta memastikan ICA Bali menjadi rumah inklusif dan produktif bagi anggotanya.
Maka jangan heran, di bawah kepemimpinannya, ICA Bali mengalami perkembangan signifikan, baik dari sisi program kerja, peningkatan kompetensi anggota, hingga kolaborasi strategis dengan industri pariwisata, pendidikan, dan pemerintah daerah.
Itu wajar, karena ia selalu menggelar berbagai pelatihan, kompetisi kuliner, kegiatan sosial, dan promosi kuliner lokal yang sudah menjadi agenda nyata yang terus digerakkan.
“Kami menaruh perhatian besar terhadap regenerasi chef. Saya percaya masa depan kuliner Bali terletak pada kesiapan generasi muda,” paparnya bersemangat.
[irp]
Dalam mendorong kesiapan generasi muda itu, ICA Bali secara aktif membuka ruang pembinaan, mentoring, dan penguatan karakter profesional bagi chef-chef muda agar mampu bersaing tanpa kehilangan identitas budaya.
Sambil membalikan badannya, Chef I Gede Putu Hendra Mahena mengatakan, visi besarnya adalah menjadikan ICA Bali sebagai organisasi chef yang berdaya saing tinggi, berkarakter, dan berkontribusi nyata terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Bali.
“Visi itu kami wujudkan melalui program-program berkelanjutan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berdampak langsung kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.
Chef I Gede Putu Hendra Mahena kemudian menegaskan pentingnya menjaga jati diri di tengah arus modernisasi kuliner. Karena itu, ia mendorong anggota ICA Bali untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal.
[irp]
“Kuliner Bali itu bukan sekadar produk, melainkan identitas yang harus dijaga dan dibanggakan,” ujar Chef I Gede Putu Hendra Mahena penuh semangat.
Maka tak heran, Chef I Gede Putu Hendra Mahena konsisten hadir, bekerja, dan mengawal setiap program hingga tuntas. Ia percaya bahwa kepemimpinan bukan tentang popularitas, melainkan tanggung jawab dan keberlanjutan. [buda]


