DENPASAR, balitourismnow.com – Ini sudah menjadi tren. Sebuah hidangan tidak hanya dinilai dari keindahan tampilannya saja, tetapi juga dari cerita. Mulai dari kisah di balik, siapa yang menanam, siapa yang memanen dan bagaimana bahan tersebut diolah.
Konsep gastronomi berkelanjutan atau budaya pangan itu, nilai sebuah hidangan tak hanya melampaui rasa dan tampilan visual, tetapi juga mencakup kisah di baliknya (storytelling) yang menekankan pada kualitas, keberlanjutan dan keaslian.
“Di tengah arus globalisasi dan modernisasi kuliner, tantangan terbesar yang kita hadapi adalah bagaimana mempertahankan kekayaan kuliner lokal agar tidak tergeser oleh tren makanan global,” kata Chef Kadek Yuniantara, Rabu 14 Januari 2026.
Chef Kadek Yuniantara mengatakan, mempertahankan makanan lokal bukan berarti menolak perubahan, melainkan menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri. Generasi muda, khususnya para chef dan pelaku industri kuliner, memiliki peran besar dalam menjaga warisan ini.
[irp]
Makanan lokal adalah jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Melalui penggunaan bahan lokal, orang tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menjaga budaya, mendukung komunitas, dan merawat alam yang telah memberi kita begitu banyak.
“Semua mesti bangga menggunakan bahan lokal dan memperkenalkannya dalam konteks modern, kita dapat memastikan bahwa kuliner tradisional tetap relevan dan dihargai di masa depan,” ucap Executive Chef Sudamala Resort Sanur ini senang.
Makanan lokal bukan sekadar sajian di atas piring, melainkan cerminan sejarah, budaya, dan identitas suatu daerah. Salah satu cara paling efektif untuk menjaga keberlanjutan makanan lokal adalah melalui penggunaan bahan-bahan lokal.
Chef Kadek Yuniantara adalah seorang chef yang tumbuh dan besar di Bali meyakini, bahwa kekuatan utama masakan Indonesia, khususnya Bali, terletak pada kesegaran dan keunikan bahan lokalnya.
[irp]
Rempah-rempah, sayuran tradisional, hasil laut, serta produk pertanian lokal memiliki karakter rasa yang tidak dapat digantikan oleh bahan impor.
“Ketika kita menggunakan bahan lokal, kita tidak hanya menjaga cita rasa autentik, tetapi juga menghormati kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujar Profesional Chef asal Tabanan ini.
Chef Kadek Yuniantara menegaskan, penggunaan bahan lokal juga memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Ini bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan petani, nelayan, dan produsen lokal, dapur hotel dan restoran.
Kerjasama dengan mereka akan dapat membantu menciptakan rantai pasok yang lebih sehat dan berkelanjutan. Bahan yang diperoleh dari sekitar lokasi tidak memerlukan proses distribusi panjang, sehingga lebih segar, ramah lingkungan, dan memiliki jejak karbon yang lebih rendah.
[irp]
“Kami, di Sudamala Resort memiliki filosofi memasak yang berakar pada penghargaan terhadap alam dan budaya setempat. Kami berupaya mengolah bahan lokal dengan teknik yang tepat, tanpa menghilangkan identitas aslinya,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi itu penting, namun inovasi yang berangkat dari tradisi akan menghasilkan pengalaman kuliner yang lebih bermakna bagi tamu. [buda]


