News

Kwarcab Denpasar Gelar Bakti Resik Serentak di Pantai Mertasari Sanur

DENPASAR, balitourismnow.com – Pantai Mertasari Sanur, semakin cantik saja. Maka tak heran, pantai berpasir putih itu tak pernah sepi dengan kunjungan wisatawan. Selain menawarkan panorama alam pantai yang indah, kebersihan lingkungannya juga terus dijaga.

Aksi kebersihan di Pantai Mertasari juga datang dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Denpasar yang melaksanakan aksi sosial Bakti Resik Serentak (BARES), Jumat 20 Pebruari 2026. Kegiatan peduli lingkungan ini rangkaian memperingati Hari Kepanduan Sedunia 2026.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan seremonial, tetapi juga momentum pembinaan karakter generasi muda,” kata Sekretaris Kwarcab Denpasar Demisioner, Drs. I Made Arawan, MM disela-sela kegiatan itu.

Aksi bersih-bersih ini yang berhasil mengumpulkan sampah organik dan non-organik itu dilaksanakan sesuai Surat Edaran Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali Nomor: 018/22-A, Perihal: Peringatan Hari Kepanduan Sedunia Tahun 2026.

BACA JUGA:  Badung Çaka Fest 2026 Sukses, 21 Karya Ogoh-ogoh Penuh Kreativitas dan Inovasi

Sebanyak 700 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari perwakilan SMP Negeri dan Swasta, SMA/SMK Negeri dan Swasta, serta Kampus/Perguruan Tinggi di wilayah Kwarcab Denpasar.

“Kegiatan Bakti Resik Serentak ini menjadi wujud nyata kepedulian Gerakan Pramuka terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang menjadi salah satu ikon pariwisata Kota Denpasar,” terang Arawan.

Para peserta secara gotong royong memungut dan memilah sampah organik maupun non-organik di sepanjang area pantai, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Bakti Resik Serentak ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka, khususnya cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

BACA JUGA:  Cerita Natal di Bandara I Gusti Ngurah Rai

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada generasi muda bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Semangat kepanduan harus diwujudkan dalam aksi konkret yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Arawan.

Peringatan Hari Kepanduan Sedunia hendaknya menjadi refleksi bagi seluruh anggota Pramuka untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat. Adapun sekolah-sekolah tingkat SMP yang mengikuti kegiatan ini antara lain SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5.

Terlibat pula, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 9, SMPN 10, SMPN 12, SMPN 13, SMPN 14, SMPN 15, SMPN 16, SMPN 17, SMP Nasional, SMP Wisata Sanur, SMP Ganesha, SMPK 1 Harapan, SMP PGRI 2, SMP PGRI 3, SMP PGRI 5, dan SMP PGRI 6 Denpasar.

Untuk tingkat SMA/SMK dan Perguruan Tinggi yang berpartisipasi, diantanya SMAN 2, SMAN 7, SMAN 8, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, SMKN 6, SMK Farmasi Saraswati 3, SMK PGRI 3, SMK PGRI 5, POLTEKES KEMENKES, SMKN 7, UNDIKSA dan perwakilan dari Saka Bahari.

BACA JUGA:  FOX Jimbaran Menjaga Kelestarian Pantai Jimbaran dengan Kegiatan Bersih Pantai

Arawan menjelaskan hari lahir Robert Stephenson Smyth Baden-Powell pada 22 Pebruari 1857 diperingati sebagai Hari Kepanduan Sedunia atau Baden Powell Day.

Peringatan ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa, pengabdian, dan pengembangan yang beliau berikan kepada kaum muda di seluruh dunia melalui Gerakan Kepanduan.

“Kwarcab Denpasar berharap semangat kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di kalangan generasi muda, sejalan dengan semangat kepanduan dunia yang menekankan karakter, kedisiplinan, serta pengabdian kepada masyarakat,” harap Arawan. [buda]

Shares: