ULUWATU, balitourismnow.com — Berkunjung ke Uluwatu, Bali, tak lagi sebatas menikmati panorama tebing, pantai, dan matahari terbenam. Kawasan di Bali Selatan ini juga berkembang menjadi salah satu tujuan kuliner yang menarik, dengan beragam restoran yang menawarkan karakter dan pengalaman berbeda.
Di antara pilihan tersebut adalah Sana, restoran Australian-Asian yang menawarkan pengalaman bersantap dari pagi hingga malam. Mulai dari sarapan santai, makan siang yang panjang, cocktail menjelang matahari terbenam, hingga makan malam yang dapat berlanjut hingga larut.
Konsep Sana berangkat dari gagasan tentang arrival. Bukan semata-mata tentang tiba di sebuah tempat, melainkan tentang memberi diri sendiri kesempatan untuk berhenti sejenak, bersantai, dan menikmati waktu tanpa terburu-buru.
Karena itu, pengalaman di Sana tidak dibangun dengan berbagai gimmick. Fokusnya justru berada pada hidangan, suasana, minuman, serta momen kebersamaan di sekitar meja.
Cita Rasa Australia dan Asia
Menu Sana mengambil inspirasi dari cita rasa Australia dan Asia, namun tidak terpaku pada salah satu tradisi kuliner. Kualitas bahan menjadi perhatian utama, dengan penyajian yang dibuat seimbang dan mudah dinikmati.
Untuk mengawali hari, pilihan sarapan dan brunch menghadirkan hidangan klasik dengan sentuhan khas Sana. Salah satunya Miso Scrambled Eggs, yang memadukan telur orak-arik dengan spring onion relish, crispy shallots, coriander, dan paratha roti.
Ada pula Mushroom Toast, dengan tumisan jamur, stracciatella, minyak truffle, dan crispy garlic. Sementara bagi pencinta sarapan yang lebih mengenyangkan, Sana McMuffin menghadirkan kombinasi bacon, telur goreng, barbecue sauce, American cheese, serta golden hash brown.
Memasuki waktu makan siang, pilihan hidangan untuk disantap bersama menjadi bagian menarik dari pengalaman di Sana.
Tuna Crudo menyajikan sashimi-grade tuna bersama tangerine, yuzu, ginger, acar bawang merah, herb oil, dan crisp rice crackers. Perpaduannya menghadirkan cita rasa segar yang ringan.
Sementara itu, Sana’s Pan-Fried Focaccia dipadukan dengan creamy stracciatella, chilli crunch, spring onion, dan nori. Hidangan ini cocok ditempatkan di tengah meja untuk dinikmati bersama.
Untuk hidangan utama, Twice-Cooked Pork Belly menawarkan kombinasi five-spice pork dengan tamarind dan turmeric caramel, dilengkapi pineapple coriander salsa yang memberikan perpaduan rasa manis dan asam.
Pilihan lainnya adalah Korean Beef Saam, yang memungkinkan tamu meracik sendiri setiap suapan dengan sticky braised beef cheek, kimchi, pickles, lettuce cups, shiso, dan perilla leaves.
Bagi pencinta hidangan laut, Coral Trout disajikan dengan silky dashi cream, roe, charred leek, dan chives. Sementara Rump Roast menghadirkan cita rasa yang terinspirasi dari New York deli melalui béarnaise, miso, wasabi herb oil, dan pickled shallots.
Menariknya, bahan sederhana seperti kol juga mendapatkan tempat melalui Charred Cabbage. Hidangan ini dipadukan dengan roasted sesame sauce, curry leaves, dan toasted almonds, menunjukkan bagaimana bahan sehari-hari dapat menjadi hidangan yang berkesan ketika diolah dengan tepat.
Penutup Manis dan Racikan dari Bar
Pengalaman bersantap di Sana ditutup dengan pilihan dessert. Pineapple Pie hadir hangat bersama vanilla bean ice cream, butterscotch sauce, dan praline.
Sementara Coconut Panna Cotta menawarkan karakter yang lebih ringan dengan watermelon mint granita, berry sherbet, dan fragrant lemongrass syrup.
Tak hanya makanan, racikan minuman juga menjadi bagian penting dari pengalaman di Sana.
Di area bar, sejumlah signature cocktail ditawarkan, termasuk Dirty Tora, yang memadukan dashi-infused gin dengan dabu-dabu brine untuk menghasilkan karakter gurih. Ada pula Fleur de Pisco, dengan kombinasi lemongrass, mango, calamansi, dan lavender.
Pilihan wine yang dikurasi juga tersedia untuk dinikmati sebagai aperitif maupun menemani makan malam.
Menikmati Uluwatu Tanpa Terburu-buru
Pengalaman di Sana tidak hanya ditentukan oleh menu. Interior restoran dirancang dengan material kayu bernuansa hangat, tekstur alami, serta pencahayaan lembut yang menciptakan suasana elegan tanpa terasa formal.
Beberapa area tersedia dengan karakter berbeda. Bar menawarkan suasana yang lebih hidup, sementara wine lounge memberikan ruang yang lebih intim. Area kolam renang menghadirkan atmosfer santai, sedangkan ruang makan menawarkan suasana hangat untuk menikmati hidangan bersama.
Perubahan suasana terasa seiring berjalannya waktu. Pagi hari dapat dimulai dengan sarapan atau brunch, kemudian berlanjut ke makan siang. Menjelang sore, suasana berubah menjadi lebih santai untuk menikmati cocktail sambil menunggu matahari terbenam, sebelum berlanjut ke makan malam.
Di tengah berkembangnya pilihan kuliner di Uluwatu, Sana menawarkan pengalaman yang tidak hanya bertumpu pada satu hidangan atau daya tarik visual. Pengalaman tersebut dibangun dari perpaduan makanan, minuman, keramahan, dan suasana yang membuat pengunjung merasa nyaman untuk tinggal sedikit lebih lama.
Bagi wisatawan yang menjadikan kuliner sebagai bagian dari perjalanan di Bali, Sana menawarkan satu cara lain untuk menikmati Uluwatu, bukan dengan terburu-buru berpindah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan dengan berhenti sejenak dan menikmati waktu di sekitar meja. [hev]


