News

ITLS 2026 Dorong Transformasi Pariwisata melalui Teknologi, Keberlanjutan, dan Human Experience

DENPASAR, balitourismnow.com – Ada yang menarik dari konferensi pariwisata internasional bertajuk International Tourism Leaders Summit (ITLS) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Denpasar.

Konferensi yang mengusung tema “Cross-Border Tourism Leaders’ Perspectives: Balancing Sustainability, Technology, and Human Experience” tersebut berlangsung selama dua hari, 25–26 September 2026, dan resmi ditutup pada Sabtu, 26 September 2026.

ITLS 2026 menarik perhatian lebih dari 500 profesional perhotelan, akademisi, dan praktisi industri dari dalam dan luar negeri. Delegasi internasional berasal dari Australia, Singapura, Vietnam, Tiongkok, hingga Malaysia.

Konferensi ini menghadirkan 22 pembicara internasional dalam lima sesi panel utama yang membahas berbagai perspektif, mulai dari akademis, teknologi, strategi finansial, dinamika industri, hingga praktik keberlanjutan.

Ketua IHGMA DPD Bali, Ratu Agung Bagus Ngurah Putra, S.Tr.Par., M.Tr.Par., CHE., CHA., mengatakan berbagai persoalan yang dihadapi industri hospitality saat ini berbeda dengan tantangan pada masa pandemi COVID-19.

“Selama dua hari kami membahas berbagai permasalahan di dunia hospitality. Jika dulu tantangan utamanya adalah pandemi COVID-19, sekarang situasinya berbeda. Ada krisis global, krisis geopolitik antarnegara, misinformasi, hingga krisis ekonomi,” kata Bagus Ngurah Putra dalam acara penutupan, Sabtu, 26 September 2026.

Menurutnya, kompleksitas persoalan tersebut membutuhkan pandangan dari berbagai pihak. Karena itu, ITLS 2026 menghadirkan 22 pembicara untuk memberikan perspektif terhadap berbagai fenomena yang sedang dihadapi industri pariwisata.

“Kemudian, bersama-sama kami berdiskusi untuk mencari alternatif dan solusi atas berbagai persoalan tersebut,” ujarnya.

Hasil diskusi ITLS 2026 selanjutnya akan dirangkum dalam sebuah buku putih (white paper). Penyusunannya akan melibatkan akademisi dan mitra perguruan tinggi untuk memetakan berbagai kendala yang dihadapi industri, alternatif solusi, serta pilihan strategi yang dapat diterapkan.

Buku putih tersebut nantinya akan disampaikan kepada stakeholder IHGMA sebagai bahan masukan untuk menghadapi tantangan industri pariwisata ke depan.

Bagus Ngurah Putra menegaskan, menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, industri pariwisata tidak lagi dapat hanya berfokus pada strategi pemulihan jangka pendek, tetapi perlu membangun kapasitas adaptif.

“ITLS 2026 hadir untuk menyelaraskan inovasi teknologi dan prinsip keberlanjutan tanpa mengurangi esensi pengalaman manusia (human experience) yang menjadi jiwa dari industri ini,” imbuhnya.

Sinergi lintas batas diharapkan dapat memperkuat resiliensi pariwisata di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global. Sementara itu, pameran Hospitality Technology & Sustainability Expo yang berlangsung di area BSCC menampilkan berbagai inovasi teknologi digital serta produk operasional ramah lingkungan yang dapat diterapkan di industri akomodasi.

“Kesuksesan ITLS 2026 membuktikan komitmen kolektif para pemimpin industri untuk bertransformasi. Kami tidak hanya mendiskusikan teori, tetapi juga melahirkan rekomendasi strategis dan solusi praktis. Teknologi adalah alat, keberlanjutan adalah komitmen, tetapi sentuhan manusia (human experience) tetap menjadi inti dari hospitality,” ungkap Bagus Ngurah Putra.

Pengukuhan GM LAB dan ITLS Award

Rangkaian ITLS 2026 juga diisi dengan pengukuhan kelulusan peserta General Manager Laboratory (GM LAB) 2026 dan sertifikasi CHBP, serta penganugerahan ITLS Award “IHGMA Circle of Excellence” kepada tokoh-tokoh yang dinilai memberikan kontribusi bagi kemajuan pariwisata Bali.

GM LAB 2026 diikuti oleh 11 peserta dan seluruhnya dinyatakan lulus ujian. Bagus Ngurah Putra mengatakan capaian tersebut berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, ketika masih terdapat peserta yang belum memenuhi batas kelulusan.

“Untuk tahun 2026, seluruh 11 peserta lulus dengan nilai di atas batas minimum 70. Ada dua hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, kualitas siswanya bagus. Kedua, pengajarnya juga bagus. Kami selalu memperbarui materi dan metode ujian agar sesuai dengan tren bisnis saat ini,” jelasnya.

Ketua Panitia ITLS 2026, I Made Dwijantara, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan pemimpin industri, akademisi, pemerintah, serta pelaku teknologi dalam membahas arah perkembangan pariwisata dan hospitality.

Selain sesi diskusi panel, ITLS 2026 juga menjadi momentum pengukuhan kelulusan peserta GM LAB 2026 dan penganugerahan IHGMA Circle of Excellence.

Penerima ITLS Award 2026 IHGMA Bali

IHGMA Bali anugrahkan ITLS Award dalam acara ITLS 2026/Foto: buda

Penghargaan ITLS Award 2026 IHGMA Bali – IHGMA Circle of Excellence diberikan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan pariwisata Bali, yaitu:

• Circle of Excellence – Kepemimpinan Inspiratif dalam Pengembangan Kota Berkelanjutan: I Gusti Ngurah Jaya Negara, S.E., Wali Kota Denpasar.

• Pemimpin Inovasi Teknologi & Agribisnis Berkelanjutan: Anak Agung Gede Agung Wedhatama, Pendiri Petani Muda Keren.

• Pemimpin Pendidikan Vokasi Pariwisata: Anak Agung Ketut Ngurah Astara, S.Sn., M.Pd., Kepala Sekolah/Pemimpin Pendidikan SMK Negeri 5 Denpasar.

• Pemimpin Penelitian & Pengembangan Pariwisata: Prof. Ir. I Made Supartha Utama, M.S., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana.

• Aktivis Lingkungan & Pemimpin Keberlanjutan: I Wayan Aksara, Ketua Yayasan Bumi Kita Nuswantara.

• Wanita Inspiratif dalam Pariwisata & Kewirausahaan Berkelanjutan: Mulyati Gozali, Pendiri Sababay Winery.

• Pemimpin Pariwisata Berkelanjutan: I Wayan Winawan, Pendiri & Ketua Ekosistem Hotels & Villas.

• Pemimpin Perhotelan Inspiratif: Dr. Gusti Kade Sutawa, S.E., M.M., M.B.A., Anggota Dewan Penasihat DPP IHGMA.

• Pemimpin Pariwisata Terkemuka: Dr. I Gede Arya Pering Arimbawa, S.E., S.Tr.Par., M.Si., M.Tr.Par., CHA., CHIA., Regional Director of Operations Archipelago International/Presiden/Ketua IHGMA.

• Pemimpin Warisan Budaya: Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, Ketua Yayasan Tri Hita Karana.

• Penghargaan Pengabdian Seumur Hidup (Lifetime Achievement) dalam Warisan Budaya Bali: Gusti Ayu Soli (Niang Soli), Penjaga/Pelestari Legong Bapang Saba. [buda]

Shares: